Gaya Hidup Kekinian

Lifestyle

Peringati Hari Buku Sedunia Deputi Gubernur BI Singgung Soal Literasi dan Kecerdasan Emosional

Dalam rangka hari Buku Sedunia tahun 2024, Bank Indonesia Institute menggelar Bazaar Perpustakaan Bank Indonesia(BI) bertema The Journey of Change: "The Empowering Force of Literacy”. Saat membuka acara, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti singgung soal fenomena banjir informasi yang terjadi saat ini. Situasi banjir informasi ini menurutnya membutuhkan kemampuan memahami, menganalisis, dan mengkritisi informasi yang tersebar dengan cepat dan luas.Termasuk mengevaluasi informasi baik fakta maupun palsu.

Peran kecerdasan emosi (EQ) pun sangat penting dalam membentuk kebijaksanaan untuk memahami kebenaran informasi yang sifatnya multi persepsi. "Kecerdasan emosional melibatkan pengendalian jiwa dan kesadaran diri. Individu yang kurang memiliki kecerdasaan emosional akan cenderung cepat menyimpulkan informasi berdasarkan judulnya saja, dan masuk dalam lingkaran penyebaran berita hoax," ungkap Destry saat membuka acara”, Senin(6/5/2024). Penyidik Serahkan Tersangka Yulianto Satin dan Barang Bukti ke Penuntut Umum

Kasus Solar Ilegal 8.000 Liter, Polres Minsel Sulut Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari Syakirah Twitter Dicari dan Link 17 Video Viral Diduga Syakirah Viral Disebar di Twitter Korupsi Dana Bos SMAN Kuanfatu, Kejari Timor Tengah Selatan Serahkan Tersangka dan Barang Bukti

Seret Eks Kadis LHK Sumut, Kejari Padang Sidempuan Serahkan 3 Tersangka dan Barang Bukti Polisi Serahkan Berkas dan Tersangka Kasus Cabuli Gadis Disabilitas ke Kejari Taliabu Teks Khutbah Idul Adha 2023 yang Singkat dan Penuh Pelajaran, Tiga Ibadah yang Memuat Nilai Tawakal

Destry melanjutkan, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Tapi juga rangkaian kemahiran dalam membaca, menulis dan menggunakan angka. Termasuk di dalamnya mencakup keterampilan digital. Terlebih, survei Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD menunjukkan tahun 2018, hanya 30 persen dari pelajar Indonesia yang memiliki kemampuan literasi yang baik (Proficiency Level 2), jauh dibawah rata rata OECD sebesar 77 persen. Indonesia memang sudah hampir terbebas dari buta aksara.Akan tetapi kemampuan untuk memahami dan menganalisis kebenaran informasi masih perlu untuk terus diasah.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan membaca, mengikuti berbagai kegiatan seminar terkait, dan berdiskusi secara aktif."Harapan saya, rangkaian kegiatan World Book Day 2024 ini, yang juga mencakup topik kecerdasan emosional, dapat menjadi fasilitas dan sarana belajar bagi kita semua," tambah Destry. Lebih lanjut, Destry menyinggung peran perpustakaan kini pun sudah merambah era digital melalui Library 4.0. Perpustakaan kini tidak hanya menjadi ruang membaca. Tapi juga menjadi tempat pertemuan dan kolaborasi antara individu, kelompok, dan komunitas.Dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi, Library 4.0 membantu menciptakan lingkungan yang inklusif dan dinamis.

Setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi. Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri Kepala BI Institute Yoga Affandi, Dosen dan narasumber bedah buku “Menghilang, Menemukan Diri Sejati”Dr. Fahruddin Faiz, serta pimpinan satuan kerja dan kantor perwakilan BI. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *