Gaya Hidup Kekinian

Bisnis

Semester 1 2021, AstraZeneca Raup USD 1,2 Miliar dari Penjualan Vaksin Covid-19

Perusahaan farmasi multinasional AstraZeneca meraup pendapatan US$ 1,2 miliar dari penjualan vaksin Covid-19 sepanjang semester pertama 2021. Angka ini diraih dari penjualan 319 juta dosis vaksin ke seluruh dunia.

Dari nilai US$ 1,2 miliar ini, US$ 572 juta berasal dari penjualan vaksin di wilayah Eropa. Lalu untuk negara berkembang sebesar US$ 455 juta.

“AstraZeneca telah mencatatkan periode pertumbuhan yang kuat, dipengaruhi kinerja yang kuat di berbagai wilayah,” kata CEO AstraZeneca Pascal Soriot dalam keterangan resmi perusahaan pada Kamis, 29 Juli 2021.

Adapun secara total, AstraZeneca meraup pendapatan US$ 15,5 miliar pada semester pertama 2021. Angka ini tumbuh 23 persen atau 19 persen secara Coupon Equivalent Rate (CER).

AstraZeneca berbasis di Cambridge, Inggris. Perusahaan ini memproduksi vaksin AstraZeneca yang juga digunakan dan disuntikkan ke warga Indonesia.

Pada 31 Juli 2021, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan 3,4 juta dosis vaksin AstraZeneca mendarat di Indonesia. Vaksin ini berasal dari Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX), sebuah inisiatif multilateral yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Lalu pada 16 Juli 2021, Kementerian Kesehatan mengumumkan Indonesia menerima 1 juta dosis vaksin dari AstraZeneca. Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyebut ini adalah bagian dari perjanjian bilateral AstraZeneca dan Pemerintah Indonesia. “Dalam pengiriman 50 juta dosis vaksin langsung ke Indonesia,” kata Oscar.

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.